KEDIRI, KOMPAS.TV - Pemerintah Kota Kediri bersama warga menggelar aksi gotong royong bersih sungai.
Aksi ini dilakukan setelah prihatin melihat kondisi aliran sungai yang banyak tercemar sampah.
Sejumlah warga dan gabungan perangkat daerah ini berkumpul di Sungai Kedak, Kelurahan Bujel, Kota Kediri.
Mereka berkumpul melakukan aksi gotong royong bersama membersihkan sampah di kawasan aliran sungai.
Aksi bersih sungai bersama itu digelar setelah Pemerintah Kota Kediri prihatin melihat kondisi sungai yang tercemar sampah.
Menurut Kepala DLHKP, dari catatan hasil penelitian ada 6 sungai di Kota Kediri yang kondisinya kritis akibat sampah.
Mengetahui hal itu, Pemerintah Kota Kediri menggelar aksi tersebut agar kondisi sungai tidak semakin parah.
Mereka berharap dengan adanya aksi gotong royong ini dapat memulihkan sungai menjadi sehat seperti awal lagi.
Hal itu karena menjaga lingkungan merupakan langkah penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat ke depannya.
Total ada 700 lebih warga yang terlibat dalam kegiatan bersih sungai. Ratusan warga itu terdiri dari perangkat daerah, gabungan ormas hingga siswa SMK.
Sementara itu, salah satu ormas Suket Teki mendorong agar Pemkot Kediri menggelar aksi bersih sungai secara rutin.
Hal itu karena mengingat tingginya volume sampah yang masih sering dijumpai di aliran sungai.
Selain melakukan aksi bersih sungai, Pemerintah Kota Kediri juga melakukan pelepasan ribuan benih ikan tawes di aliran sungai.
Penebaran benih ikan itu diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan ekosistem sungai.
Baca Juga Pemkot Ambon Luncurkan Program Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat di https://www.kompas.tv/advertorial/675611/pemkot-ambon-luncurkan-program-inovasi-pengelolaan-sampah-plastik-berbasis-masyarakat
#sampah #kediri #sungai
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677609/pemkot-kediri-dan-warga-gotong-royong-bersihkan-sungai-yang-tercemar-sampah-kompas-siang